WebGIS Perlengkapan Jalan: Pemetaan & Manajemen Aset Lalu Lintas Terpadu

Home » WebGIS Perlengkapan Jalan: Pemetaan & Manajemen Aset Lalu Lintas Terpadu
WebGIS Perlengkapan Jalan Raya: Transformasi Digital Manajemen Aset Lalu Lintas Berbasis Spasial

Kelola ribuan aset fasilitas keselamatan jalan mulai dari rambu, marka, APILL, hingga lampu penerangan jalan dalam satu peta interaktif multi-layer. Tingkatkan keselamatan pengguna jalan dan akurasi alokasi anggaran pemeliharaan secara terukur.

Urgensi Digitalisasi Fasilitas Jalan Raya

Pendataan fasilitas jalan secara manual dengan formulir kertas atau lembar sebar (spreadsheet) menimbulkan sejumlah hambatan operasional:

  • Titik Koordinat Tidak Presisi: Lokasi rambu atau cermin tikungan sering kali hanya dicatat berdasarkan patok kilometer atau nama ruas, menyulitkan tim pemeliharaan menemukan titik fisik di lapangan.
  • Tumpang Tindih Batas Kewenangan: Ketidakjelasan klasifikasi status jalan (Jalan Nasional, Provinsi, atau Kabupaten/Kota) sering memicu duplikasi atau saling lempar tanggung jawab perbaikan aset.
  • Ketiadaan Riwayat Kondisi Fisik: Sulit melacak riwayat kerusakan aset (rusak ringan, tertutup pohon, pudar, atau hilang dicuri) sehingga pengadaan perlengkapan jalan baru kerap tidak tepat sasaran.
  • Laporan Warga Tidak Terpetakan: Keluhan masyarakat terkait lampu jalan padam atau traffic light mati lambat ditangani karena tidak terhubung langsung ke basis data spasial teknisi lapangan.

Modul & Fitur Unggulan WebGIS

1. Peta Interaktif Berbasis Lapisan (Multi-Layer Filtering)

Visualisasikan persebaran perlengkapan jalan dengan filter dinamis:

  • Filter Jenis Fasilitas: Menampilkan atau menyembunyikan layer rambu, APILL, guardrail, delineator, marka, atau PJU secara mandiri.
  • Filter Status Jalan: Segmentasi jalan nasional (kewenangan pusat/BPTD), jalan provinsi, jalan kabupaten/kota, hingga jalan desa.
  • Filter Kondisi Fisik: Penanda warna (symbology) instan: Hijau (Kondisi Baik/Laik), Kuning (Rusak Ringan/Tertutup Ranting), Merah (Rusak Berat/Pudar), dan Abu-abu (Hilang/Roboh).
2. Integrasi Aplikasi Survei Lapangan Berbasis Ponsel
  • Tim surveyor mendata aset langsung dari lokasi menggunakan aplikasi mobile berbasis GPS akurasi tinggi.
  • Otomatisasi penarikan koordinat lintang-bujur (latitude-longitude), elevasi, dan arah hadap aset.
  • Fitur wajib unggah foto kondisi fisik aset ber-watermark waktu dan koordinat untuk memvalidasi keberadaan fisik.
3. Basis Data Spesifikasi Teknis Sesuai Regulasi

Setiap objek aset memuat metadata teknis komprehensif yang mengacu pada standar Kementerian Perhubungan:

  • Dimensi dan ukuran daun rambu, jenis lembar reflektif (retroreflective sheeting class).
  • Tipe tiang (tiang tunggal, kupu-kupu, F-pole, gantry), tahun pengadaan, dan sumber pendanaan (APBN/APBD/CSR).
  • Fase waktu siklus (cycle time) dan sistem pengendali (ATCS / standalone) untuk APILL.
4. Analitik Spasial untuk Manajemen Keselamatan (Black Spot Area)
  • Tumpang susun (overlay) antara peta titik rawan kecelakaan (black spot) dengan ketersediaan perlengkapan jalan.
  • Identifikasi otomatis ruas jalan rawan tikungan tajam atau turunan curam yang belum memiliki rambu peringatan, guardrail, atau marka kejut (rumble strips).
5. Ekspor & Interoperabilitas Data Geospasial

Dukungan penuh integrasi lintas sektoral melalui format standar Satu Data Indonesia:

  • Ekspor data spasial instan ke format Shapefile (.SHP), GeoJSON, KML, dan tabular Excel/CSV.
  • Dukungan koneksi layanan peta OGC standar: WMS (Web Map Service) dan WFS (Web Feature Service) untuk diintegrasikan dengan Geoportal Satu Peta / Simpul Jaringan Pemda.

Scroll to Top