WebGIS Jaringan Irigasi – Sistem Informasi Geografis Irigasi Modern

Home » WebGIS Jaringan Irigasi – Sistem Informasi Geografis Irigasi Modern
Standar Permen PUPR No. 12/PRT/M/2015 & E-PAKSI Ready

WebGIS Jaringan Irigasi:
Digitalisasi Aset, Pemetaan Spasial & Pemantauan Kinerja Saluran Air

Solusi geospasial terpadu bagi Dinas PUPR / Pengairan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS/BWS), dan perkumpulan petani (P3A) untuk memetakan Daerah Irigasi (DI), inventarisasi saluran pembawa/pembuang, bangunan bagi/sadap, hingga kalkulasi Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI) secara akurat dan real-time.

Luas Baku Lahan
Poligon Sawah (Ha)
Deliniasi Petak Tersier & Golongan Air
Hierarki Jaringan
Primer s/d Tersier
Tracking Panjang Saluran & Debit Air
Indeks Fisik
Nilai IKSI
Kinerja Prasarana & Rekomendasi OP
Survei Lapangan
GPS Watermark
Foto Bukti Kerusakan Sedimen / Tanggul
Tantangan Pengelolaan Irigasi Konvensional di Lapangan
Kehilangan Air & Kebocoran

Sulit mendeteksi titik rembesan, tanggul jebol, atau endapan lumpur (sedimentasi) di sepanjang saluran tanah/pasangan.

Sengketa Alokasi Petani (P3A)

Ketidakjelasan jadwal giliran air dan debit pada bangunan bagi-sadap sering memicu konflik antar-petak sawah hulu dan hilir.

Data Aset Terpencar

Inventaris pintu air, bendung, gorong-gorong, dan talang masih berupa skema kertas kuno yang sulit diverifikasi saat audit DAK.

Prioritas Rehabilitasi Tidak Presisi

Alokasi anggaran Operasi & Pemeliharaan (OP) rawan salah sasaran karena ketiadaan riwayat kondisi fisik per ruas saluran.

Modul & Fitur Unggulan WebGIS Irigasi

Dirancang sesuai instrumen teknis Operasi & Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air:

01

Pemetaan Hierarki Saluran Irigasi

  • Saluran Pembawa: Saluran Primer (induk), Saluran Sekunder, Saluran Tersier, hingga Kuarter.
  • Saluran Pembuang: Delineasi saluran drainase dan pembuang kelebihan air sawah.
  • Atribut Saluran: Panjang ruas (m), dimensi penampang (lebar dasar, tinggi jagaan), kemiringan saluran, tipe pasangan (tanah, linning beton, batu kali), dan kapasitas debit desain (m³/detik).
02

Inventarisasi Bangunan Air & Pelengkap

  • Bangunan Utama: Bendung tetap/gerak, bendungan intake, free intake, dan rumah pompa air tanah.
  • Bangunan Pengatur & Pengukur: Bangunan Bagi, Bangunan Sadap, Bangunan Bagi-Sadap, alat ukur debit (Cipoletti, Romijn, Parshall Flume).
  • Bangunan Pembawa / Silang: Talang air, siphon, gorong-gorong, jembatan penyeberangan, dan pelimpah samping (*side spillway*).
03

Penilaian Kondisi Fisik & IKSI Otomatis

  • Kalkulasi otomatis Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI) mengacu pada 6 parameter Permen PUPR: Prasarana Fisik (bobot 45%), Produktivitas Tanam, Sarana Penunjang, Organisasi Personalia, Dokumentasi, dan Kelembagaan P3A.
  • Simbol warna kondisi di peta: Hijau (Baik), Kuning (Rusak Ringan), Oranye (Rusak Sedang), dan Merah (Rusak Berat).
04

Petak Tersier & Alokasi Giliran Air

  • Plotting poligon petak tersier, luas baku sawah (Ha), dan nama kelompok tani / P3A pengelola.
  • Monitoring Rencana Tata Tanam Global (RTTG) & Rencana Tata Tanam Detail (RTTD) musim tanam MT I (Padi), MT II (Palawija), dan MT III.
  • Manajemen jadwal giliran air dan kalkulasi faktor-K untuk mengatasi defisit debit pada musim kemarau.
05

Survei Mobile & Geotagging Lapangan

  • Aplikasi survei untuk Juru Pengairan, Petugas Pintu Air (PPA), dan Pokgatan langsung dari smartphone.
  • Wajib upload foto kondisi fisik kerusakan tanggul atau pintu macet ber-watermark otomatis (tanggal, jam, koordinat GPS, & nama saluran).
  • Dukungan mode survei offline untuk area pedesaan / hulu sungai tanpa koneksi internet.
06

Executive Dashboard & Ekspor E-PAKSI

  • Dashboard ringkasan untuk pimpinan dinas/BWS: grafik tingkat kerusakan per Daerah Irigasi (DI), usulan penanganan, dan kebutuhan dana OP.
  • Ekspor data spasial format Shapefile (.SHP), GeoJSON, dan KML/KMZ untuk diintegrasikan ke SIG Desktop.
  • Format tabel rekapitulasi sesuai standar aplikasi E-PAKSI Kementerian PUPR & lampiran pengajuan DAK Fisik Irigasi.
Matriks Klasifikasi Kinerja Sistem Irigasi (Permen PUPR No. 12/2015):

Sistem secara otomatis menghitung nilai bobot kelaikan fungsi saluran dan mengelompokkannya ke dalam 4 kategori rekomendasi intervensi fisik:

Nilai 80 – 100% (Sangat Baik) Kinerja optimal, cukup Pemeliharaan Rutin.
Nilai 70 – 79% (Baik) Kinerja memadai, perlu Pemeliharaan Berkala.
Nilai 55 – 69% (Kurang) Kinerja menurun, prioritas Perbaikan / Rehabilitasi.
Nilai < 55% (Jelek / Kritis) Kondisi darurat, membutuhkan Rekonstruksi Total.

Kepatuhan NSPM & Standar Satu Data Geospasial

Data geodatabase WebGIS Jaringan Irigasi disusun berdasarkan Pedoman Tata Kelola Aset SDA Kementerian PUPR, siap dihubungkan ke Geoportal BWS/BBWS, serta mendukung sistem keterbukaan informasi alokasi air irigasi untuk ketahanan pangan nasional.

Standar Permen PUPR 12/2015 Kompatibel E-PAKSI Layanan WMS / WFS Geoserver

Siap Memodernkan Pengelolaan Daerah Irigasi Anda?

Konsultasikan kebutuhan digitalisasi jaringan irigasi, pemetaan petak tersier, atau jadwalkan presentasi & simulasi demo sistem WebGIS Irigasi bersama tim geospasial kami.

Jadwalkan Demo WebGIS Irigasi via WA (0821-2229-1118)
Scroll to Top